KERJA BAKTI MINGGUAN


Gotong royong sebagai solidaritas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat telah menjadi suatu nilai kearifan lokal bangsa Indonesia. Salah satu dari gotong royong ialah bentuk kerja bakti. Tradisi kerja bakti ini dilaksanakan untuk kepentingan bersama yang dilakukan dengan suka rela atau tanpa pamrih. Tiap individu yang merupakan bagian peran dalam masyarakat berpartisipasi aktif dengan mengorbankan segala kepentingan pribadinya. Nilai gotong royong dalam tradisi kerja bakti ini menjadi karakter bangsa yang diturunkan secara turun - temurun oleh para pendahulu kita yang didalamnya kaya akan nilai edukatif. Akan tetapi dalam kencangnya laju globalisasi saat ini, tradisi kerja bakti yang manfaatnya penting untuk mewariskan nilai luhur bangsa kini menjadi kian samar. Nilai gotong royong seakan pasang surut timbul dalam kehidupan masyarakat sekarang. Maka, diharapkan tradisi kerja bakti dapat bertahan sebagai salah satu bentuk gotong royong yang dilestarikan. Menegakkan tradisi ini tentu tidak lepas dari peran masyarakatnya dalam membangun rasa kebersamaan, persatuan dan kepedulian sosial. Sehingga masyarakat terdidik bukan menjadi individualistik, melainkan kepentingan umum demi bangsa dan negaranya.
Kegiatan kerja bakti yang dilakukan oleh KKN (Kuliah Kerja Nyata) kelompok 10 Universitas Trunojoyo Madura, yang bertempat di desa Tenggun Dajah Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan merupakan sebuah kegiatan rutin setiap minggunya. Kegiatan rutin ini dilakukan antar dusun setiap hari jum’at. Dan pada saat itu kebetulan dilakukan di dusun ga’ ongga’an yang dimintai bantuan oleh bapak apel dusun ga’ ongga’an pada saat sosialisasi proker (program kerja) KKN kelompok 10 yang bertempat di balai desa untuk kerja bakti di jalan pantura dusun ghe’ ongghe’en. Anggota KKN kelompok 10 bekerja bakti dengan anak karang taruna dan dibantu juga oleh penduduk setempat. Kerja bakti dilakukan setelah sholat jum’at.

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »
Thanks for your comment