Sejarah Terbetuknya Nama Dusun


A.   Dusun Ga’ongga’an
Dusun Ga’ungga’an merupakan salah satu dusun yang terletak di desa Tenggun Dajah kecamatan Klampis. Menurut cerita dari para sesepuh di dusun tersebut, dinamakan dusun Ga’ongga’an  karena letak dusun tersebut memiliki kontur jalan yang naik turun. Sehingga dusun tersebut dinamakan Ga’ongga’an yang berarti tanjakan.

B.   Dusun Duko Kolpoguk
Nama dusun Duko Kolpoguk diambil dari penggalan “kol” yang berarti ‘kolla’ (istilah dalam bahasa Madura: sumber). Pengambilan nama tersebut bermula dari adanya pohon Juwet yang besar dan dibawahnya terdapat sumber air yang jernih. Menurut cerita warga sekitar, ketika pohon tersebut ditebang maka sumber air yang dibawahnya akan surut. Selain itu, jika ada orang yang memiliki kelebihan khusus berupa indera ke-enam dan melihat sumber air tersebut maka orang tersebut akan mengetahui semua makhlus astral yang ada di sumber air tersebut. Sampai saat ini, sumber air tersebut masih masih digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai pemandian, dan airnya pun tidak bisa surut walaupun di musim kemarau.

C.   Dusun Probungan
Dusun Probungan merupakan salah satu dusun yang berada di wilayah desa Tenggun Dajah.  Saat ini, dusun Probungan dipimpin oleh kepala dusun (kasun; apel: istilah bahasa Madura) yaitu bapak Yutri. Nama dusun Probungan dibentuk dari dua kata yaitu poro dan bungan. Poro dalam bahasa Madura berarti burung poro. Burung poro merupakan salah satu jenis burung yang masih sejenis dengan urung dara namun berukuran lebih kecil. Sedangkan bungan dalam bahasa Madura berarti bertengkar atau berkelahi.

Konon katanya, di dusun tersebut terdapat sebuah pohon asam yang berukuran besar dan menjadi tempat tinggal serta berkumpulnya burung poro. Oleh masyarakat sekitar, burung tersebut sering diadu untuk menentukan burung mana yang paling kuat. Kemudian, suatu ketika di pohon asam tersebut, terdapat dua burung yaitu burung poro dan burung dalali sedang berkelahi yang dimenangkan oleh burung poro. Para sesepuh dusun tersebut mengartikan bahwa akan ada bawahan yang akan menjatuhkan atasannya. Hal ini diartikan seperti itu karena jenis burung dadali merupakan jenis burung yang spesiesnya lebih tinggi dari pada burung poro. Kejadian tersebut terjadi saat kepemimpinan presiden Soeharto. Selang tak berapa lama, terjadilah kejadian Trisakti di Jakarta yang berakhir dengan lengsernya presiden Soeharto oleh mahasiswa Trisakti. Oleh sebab itu, dusun tersebut dinaman dusun Probungan (burung yang berkelahi).
Previous
Next Post »
Thanks for your comment