Hidroponik



Hidroponik merupakan suatu teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media tanam. Fungsi media tanam dalam budidaya secara hidroponik adalah untuk membantu tanaman agar tetap berdiri sekaligus membantu tanaman dalam proses penyerapan nutrisi. Teknik hidroponik menjadi salah satu teknik penanaman ramah lingkungan dengan kebutuhan air yang lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Meskipun sistem hidroponik menggunakan air sebagai media tanamnya akan tetapi dalam praktiknya air yang diperlukan dalam bercocok tanam tidaklah sebanyak seperti budidaya dengan cara konvensional. Dalam perawatan hidroponik, tidak perlu dilakukan penyiraman secara rutin. Hal ini dikarenakan kebutuhan nutrisi (air) sudah terpenuhi dalam media tanam sendiri. Sehingga ini menjadi faktor mengapa hasil tanamannya lebih aman dan sehat.
Teknik menanam hidroponik tidak dapat diterapkan untuk semua jenis tanaman. Hanya beberapa saja yang cocok dan mampu tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan, seperti sawi, kangkung, dan bayam. Teknik menanam hidroponik sendiri sangat cocok diterapkan bagi yang memiliki lahan terbatas. Begitu juga yang memiliki lahan kurang subur, penanaman menggunakan teknik hidroponik dapat membantu mendapatkan hasil panen memuaskan.
Pada hidroponik nutrisi yang digunakan yaitu pupuk A, pupuk B dan air. Pupuk A terdiri dari kalsium, kalium, nitrogen dan zat besi. Sedangkan pupuk B terdiri dari kalium, nitrogen, pospor, magnesium, sulfur, mangan, Zn, Cu, Mo dan boron. Pupuk A dan pupuk B akan di mix dan akan dicampur dengan air dengan takaran yaitu air 1 liter, pupuk A 5 ml dan pupuk B 5 ml. Selain nutrisi, terdapat juga media tanam yang digunakan dalam tanaman hidroponik. Pada sosialisasi ini, media tanam yang digunakan yaitu gabus, netpot, polybag, rockwool dan kain flanel. Gabus bagian atas akan dilubangi menggunakan besi yang dipanaskan dengan api. Lalu netpot akan diletakkan di lubang yang sudah dilubangi sebelumnya dengan biji dan rockwool ada diatasnya. Jarak antara air dengan net pot kira-kira 5-8 cm. Net pot ini akan menjadi wadah tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Kain flanel akan dipakai sebagai sumbu untuk menyalurkan nutrisi ke biji dan rockwool yang ada diatas netpot. Polybag selanjutnya dipasang di gabus bagian bawah untuk menampung nutrisi (air dan pupuk) yang sudah di mix menjadi satu. Lalu pastikan hidroponik berada ditempat dengan sinar matahari yang cukup. Usahakan hidroponik tidak terkena sinar matahari secara langsung, hal ini dikarenakan bisa menyababkan tanaman tidak akan tumbuh dengan semestinya.
Budidaya tanaman dengan teknik hidroponik ini sangat mudah hidroponik bisa dilakukan di sekitar rumah tanpa membutuhkan lahan yang luas. Hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya dengan metode hidroponik ini adalah cahaya, oksigen, ketersediaan air,  dan nutrisi. Ditambah lagi dengan kondisi Indonesia yang beriklim tropis adalah tempat yang cocok untuk menerapkan metode ini. Bercocok tanam dengan hidroponik akan mendapatkan hasil yang bagus jika diiringi dengan hobi. Karena jika dimulai dari hobi maka akan sangat berpotensi untuk dijadikan bisnis yang sangat menjanjikan.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment